BSB.News.com,SEGARJAYA: . Dodol
betawi biasa muncul pada hari raya besar seperti Idul Fitri dan Idul Adha.
Beberapa hari menjelang Lebaran, masyarakat Betawi sudah sibuk membuat dodol.
Dodol diolah pada wajan berukuran sangat besar dan dimasak menggunakan kayu
bakar. Dalam proses pembuatannya, dodol terus diaduk menggunakan kayu pengaduk
yang panjang secara bergantian hingga matang.
Dodol adalah salah satu ciri khas
betawi yang tidak dapat dipisahkan. Sebagai salah satu Kue
betawi, ciri khas
dodol adalah warnanya yang Coklat kehitaman dan rasanya manis. Penampilannya
memang tidak begitu eksotik dan cenderung monoton. Cuma rasanya saja yang
variatif. Sangat tepat menemani minum teh atau kopi pahit di pagi hari
atau menjelang sore.
Santan adalah elemen yang membuat
gurih dodol. Biasanya unutk dijual, makin banyak santannya, maka dodol akan
semakin mahal. Sekarang, Dodol Betawi bisa dikatakan hampir punah karena
berkurangnya orang-orang yang mampu membuatnya sehingga harus di appreciate
bagi mereka yang masih bertahan untuk terus melestarikan makanan khas betawi
ini.
Satu hal lagi yang membedakannya, proses pembuatannya memakan
waktu selama delapan jam lebih lama daripada pembuatan dodol dari daerah
lainnya, dan cara pembuatannya juga masih sangat tradisional, menggunakan
tungku dan kayu bakar.
Menurut Edi JUnaedi,” Bahwa Dodol betawi sekarang sudah Di
perduksi di karawang yaitu Di Desa Segarjaya Kecamatab Batujaya Kabupaten
Karawang,dengan tenaga yang berpengalaman dan profisional sehingga pembuatan
dan ciri khas yang tidak berubah. Ujarnya
“Bagi Yang mau pesan di wilayah Karwaang dan Bekasi bisa langsung
Telepon ke no 0858 8630 8886 atau 0857 1513 6782,Delevery Gratis samapi tujuan”.
Pungkas Edi Junaedi sbagai warga Segarjaya sekaligus Marketing Dodol Betawi
asal Desa Segarjaya. (Wasim)








0 comments:
Post a Comment